Portal Media Kota Tasikmalaya — Hujan deras yang mengguyur Kota Tasikmalaya sejak Sabtu siang hingga sore hari, (1 November 2025), menyebabkan sejumlah wilayah di kota santri itu dilanda banjir, tanah longsor, dan rumah roboh. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya mencatat hingga pukul 16.01 WIB, terdapat sedikitnya 16 titik bencana yang tersebar di beberapa kecamatan, mulai dari Cihideung, Tawang, hingga Cipedes.
Sembilan Titik Banjir di Tengah Kota
Kepala Pelaksana BPBD Kota Tasikmalaya, H. Ucu Anwar, menjelaskan bahwa banjir pertama dilaporkan terjadi di Jalan Selakaso RT 05 RW 04, Kelurahan Yudanagara, Kecamatan Cihideung, tepat di depan Gereja Penabur.
Di lokasi tersebut, lima unit rumah warga terendam air dengan ketinggian mencapai 40–60 sentimeter.
“Air mulai masuk ke rumah warga sekitar pukul dua siang. Curah hujan sangat tinggi dan drainase di kawasan itu tidak mampu menampung limpasan air dari permukiman yang lebih tinggi,” ungkap Ucu saat dikonfirmasi di lokasi peninjauan, Sabtu sore.
Banjir serupa juga melanda Jalan Selakaso RT 06 RW 04 Kelurahan Yudanagara, serta Jalan Nagarawangi RT 01 RW 03 Kelurahan Nagarawangi, Kecamatan Cihideung, tepat di belakang Toko Sepeda Laksana.
Selain di pusat kota, air meluap ke kawasan Kampung Cintarasa RT 01 RW 01, berbatasan dengan Layungsari, Kelurahan Kahuripan, Kecamatan Tawang.
Sementara di wilayah Kecamatan Cipedes, genangan air cukup parah terjadi di Jalan Raya Nusa Indah, Perumnas Cisalak RW 14, dan Jalan Elang Subandar, Kelurahan Nagarasari.
“Banjir di Cipedes menggenangi akses jalan utama yang menghubungkan antarperumahan. Sejumlah kendaraan sempat mogok karena terjebak air,” jelasnya.
Selain itu, satu rumah di Jalan Dr. Moch. Hatta, Kelurahan Sukamanah, Kecamatan Cipedes, turut terdampak banjir. Wilayah Kelurahan Cikalang di Jalan Kebon Tiwu III No. 22C RT 01 RW 02 dan Jalan Sukawarni No. 7 Kelurahan Yudanagara, Kecamatan Cihideung, juga mengalami hal serupa.
Semua lokasi tersebut kini dalam penanganan tim BPBD yang bekerja sama dengan aparat kelurahan dan relawan.
Longsor dan Rumah Roboh
Tak hanya banjir, cuaca ekstrem juga menyebabkan tanah longsor dan rumah roboh di beberapa titik.
Ucu Anwar melaporkan, dua rumah ambruk di wilayah Kecamatan Cipedes, dan satu rumah di Kecamatan Tamansari rusak berat setelah bagian dinding belakangnya tertimpa material longsor.
“Kami juga menerima laporan adanya longsoran pada tembok penahan tanah (TPT) di Kampung Depok, serta beberapa rumah warga yang terdampak di sekitar lokasi tersebut. Petugas sudah diterjunkan untuk mengevakuasi barang-barang dan memastikan tidak ada korban jiwa,” ujarnya.
Hingga Sabtu malam, BPBD mencatat tidak ada laporan korban luka atau jiwa, namun kerugian material diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. Beberapa keluarga terpaksa mengungsi sementara ke rumah kerabat terdekat hingga kondisi air surut.
Pohon Tumbang Timpa Kios dan Ganggu Lalu Lintas
Hujan deras yang disertai angin kencang juga menumbangkan sejumlah pohon besar di beberapa titik strategis kota.
Salah satunya di Pasar Cikurubuk, di mana sebatang pohon besar tumbang dan menimpa kios pedagang.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, hanya kerusakan pada dua kios yang atapnya roboh. Petugas Damkar dan BPBD sudah mengevakuasi batang pohon agar aktivitas pasar kembali normal,” ujar Ucu.
Pohon tumbang lainnya terjadi di Jalan Brigjen Wasita Kusumah RT 02 RW 04 Kelurahan Indihiang, dekat area Siloka, yang sempat menutup sebagian badan jalan dan menyebabkan kemacetan lalu lintas.
Penanganan darurat dilakukan secara cepat oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD, bekerja sama dengan petugas DLH, TNI, Polri, dan relawan setempat.
Koordinasi Cepat Antarinstansi
Sejak laporan pertama diterima, BPBD Kota Tasikmalaya langsung mengaktifkan Posko Siaga Bencana dan mengerahkan tim untuk memantau seluruh titik rawan.
Petugas dibagi ke tiga sektor utama untuk memetakan dampak bencana, memastikan keselamatan warga, dan mendistribusikan bantuan awal berupa selimut, makanan cepat saji, dan perlengkapan kebersihan.
“Kami sudah berkoordinasi dengan camat, lurah, serta dinas terkait agar penanganan bisa dilakukan serentak. Fokus utama adalah keselamatan warga dan pembersihan material banjir,” tambah Ucu.
Pemerintah juga mengimbau warga agar tetap waspada terhadap potensi banjir susulan dan longsor mengingat intensitas hujan di wilayah Priangan Timur masih tinggi.