Kuota Haji Tasikmalaya Dipangkas, Calon Jemaah Merugi

Portal Media Kota Tasikmalaya – Sejumlah calon jemaah haji asal Kabupaten Tasikmalaya mengaku kecewa dan merasa dirugikan setelah pemerintah pusat memangkas kuota keberangkatan haji tahun ini. Pemangkasan tersebut menyebabkan ratusan calon jemaah yang seharusnya berangkat pada musim haji 2025 terpaksa menunda keberangkatan ke Tanah Suci.
Menurut laporan DetikJabar (12 November 2025), kebijakan pengurangan kuota dilakukan secara nasional sebagai penyesuaian terhadap alokasi jemaah per provinsi dan kapasitas akomodasi di Arab Saudi. Namun, di Tasikmalaya, dampaknya cukup signifikan karena antusiasme masyarakat untuk berhaji selalu tinggi setiap tahunnya.
Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tasikmalaya, H. Dedi Kurniawan, menjelaskan bahwa kuota haji untuk wilayahnya tahun ini dikurangi sekitar 120 kursi dari total sebelumnya.
“Kami memahami kekecewaan masyarakat, namun keputusan ini bersifat nasional dan tidak bisa diubah di tingkat kabupaten. Kami tetap berupaya agar penundaan tidak terlalu lama dan jemaah bisa diberangkatkan pada musim haji berikutnya,” ujar Dedi.
Sejumlah calon jemaah menilai keputusan tersebut merugikan karena sebagian di antara mereka telah melakukan persiapan sejak lama, termasuk pelunasan biaya dan pembekalan manasik haji.
“Kami sudah menunggu lebih dari 10 tahun, dan tahun ini seharusnya jadwal keberangkatan kami. Rasanya sangat kecewa ketika diberitahu bahwa kuota dikurangi,” tutur Siti Maryam (58), calon jemaah asal Kecamatan Rajapolah.
Selain itu, pihak biro perjalanan dan lembaga pelatihan haji lokal juga terdampak karena adanya pembatalan jadwal keberangkatan yang memengaruhi kegiatan manasik dan persiapan logistik.
Pemerintah daerah melalui Kantor Kemenag Tasikmalaya berjanji akan terus melakukan koordinasi dengan Kementerian Agama Republik Indonesia agar calon jemaah yang tertunda tetap mendapat prioritas pada keberangkatan tahun berikutnya. Upaya pendataan ulang juga dilakukan untuk memastikan tidak ada calon jemaah yang kehilangan haknya akibat perubahan kuota.
Masyarakat diimbau tetap sabar dan menjaga kesehatan sembari menunggu jadwal baru yang akan diumumkan secara resmi.
