Jabar Gandeng DMI Dorong Digitalisasi Masjid, Rekening Virtual Jadi Kunci Transparansi dan Kemandirian
Portal Media Kota Tasikmalaya- Dalam upaya mendorong kemandirian dan meningkatkan fungsi sosial masjid, Pengurus Dewan Masjid Indonesia DMI Provinsi Jawa Barat bersama Kantor Wilayah Kementerian Agama Kemena) Jabar galakkan program digitalisasi keuangan masjid. Inisiatif utama yang ditekankan adalah pembukaan rekening virtual terintegrasi bagi setiap Dewan Kemakmuran Masjid (DKM).

Baca Juga : Jerit Tangis Gantikan Kokok Ayam Subuh Mencekam di Singaparna
Gagasan ini mengusung model dimana setiap masjid memiliki rekeningnya sendiri, namun seluruh transaksi keuangan terkonsolidasi dalam satu sistem digital yang terpadu. Hal ini diyakini akan menjadi terobosan besar dalam meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi pengelolaan dana umat.
Imbauan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, H. Dudu Rohman, S.Ag., M.Si, usai menerima kunjungan silaturahmi Pengurus DMI Jabar dan sejumlah pengurus DKM se-Jawa Barat di Aula Kanwil Kemenag Jabar, belum lama ini.
Masjid Bukan Hanya Tempat Ibadah, Tapi Pusat Peradaban
Dalam paparannya, Dudu Rohman menegaskan bahwa masjid di era modern harus berfungsi lebih dari sekadar tempat shalat. Masjid perlu bertransformasi menjadi epicentrum kegiatan masyarakat yang memberdayakan.
“Kehadiran masjid harus terus kita kembangkan dengan konsep dari masjid, oleh masjid, dan untuk masjid. Artinya, pengelolaannya, termasuk aspek keuangan, harus profesional dan modern,” ujar Dudu, yang juga merupakan alumni Pondok Pesantren Cipasung ini.
Ia menekankan, masjid idealnya menjadi pusat sosial, edukasi, literasi, dan kesejahteraan umat. Digitalisasi, termasuk penggunaan rekening virtual, e-money, dan integrasi dengan lembaga terkait seperti DMI, Badan Wakaf Indonesia (BWI), dan Kemenag, merupakan kunci untuk mewujudkan hal tersebut.
“Dengan kolaborasi lintas lembaga ini, masjid diharapkan menjadi lebih modern, mandiri, dan memberikan dampak positif yang nyata bagi kehidupan beragama dan bermasyarakat di Jawa Barat,” tambahnya. Kemenag Jabar, lanjut Dudu, berkomitmen penuh untuk mendukung inovasi ini agar setiap masjid dapat berkontribusi maksimal dalam pembangunan.
Galakkan Program “Masjid Taawun”: Kecil Sendiri, Besar Bersama
Merespon hal ini, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Jawa Barat, H. Mohammad Mansur Syaerozi, secara resmi menawarkan program “Masjid Taawun”. Program ini dirancang khusus untuk memudahkan setiap DKM membuka rekening virtual yang terintegrasi dalam sebuah platform bersama.
Mansur memberikan analogi yang gamblang tentang kekuatan kolektif. “Bayangkan jika satu masjid membuka rekening sendiri, dana mengendapnya mungkin hanya Rp 50 ribu atau Rp 100 ribu. Nilainya kecil dan tidak menghasilkan dampak yang signifikan,” katanya.
“Namun, jika ribuan masjid di Jabar bergabung dalam sistem terpusat ini, dana yang terkumpul bisa sangat luar biasa. Dana ini kemudian dapat dikelola secara profesional dan hasilnya dapat disalurkan kembali untuk membiayai program masjid itu sendiri, pembangunan sarana prasarana, hingga kegiatan sosial seperti beasiswa, bantuan kesehatan, dan tanggap darurat bencana,” jelas Mansur dengan penuh semangat.
Manfaat Langsung Rekening Virtual Terintegrasi
-
Transparansi Mutlak: Setiap donatur dapat memantau alur dana secara lebih real-time, membangun kepercayaan dan mendorong semangat berinfak.
-
Efisiensi Operasional: Memudahkan pengelolaan keuangan seperti pembayaran listrik, air, dan kebutuhan operasional lainnya secara digital, mengurangi penggunaan uang tunai.
-
Kemandirian Ekonomi: Dana yang terkumpul dari ribuan masjid dapat menjadi modal produktif untuk dikelola dan hasilnya kembali untuk kemaslahatan umat.
-
Pelaporan yang Mudah: Sistem digital memudahkan pengurus dalam membuat laporan keuangan yang akurat dan tepat waktu untuk pertanggungjawaban kepada jamaah.
Dengan langkah strategis ini, masjid-masjid di Jawa Barat tidak hanya siap menyambut era digital, tetapi juga diproyeksikan menjadi pionir dalam pengelolaan keuangan yang transparan dan berdaya guna luas bagi kesejahteraan masyarakat.





