
Portal Media Kota Tasikmalaya — Sebuah kejadian tragis terjadi di Universitas Siliwangi (UNSIL), Tasikmalaya, pada Minggu, 16 November 2025. Gazebo yang digunakan oleh mahasiswa sebagai tempat latihan untuk kegiatan ekstrakurikuler ambruk dan menimpa belasan mahasiswa yang sedang berada di dalamnya. Kejadian ini mengakibatkan beberapa korban mengalami luka-luka dan membutuhkan perawatan medis segera.
Kronologi Kejadian: Gazebo Ambruk Timpakan Mahasiswa yang Sedang Berlatih
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 WIB saat kelompok mahasiswa sedang melakukan latihan rutin di area gazebo tersebut. Menurut keterangan saksi mata, pada saat kejadian, sejumlah mahasiswa sedang berlatih untuk kegiatan organisasi dan beberapa di antaranya sedang bersantai di bawah gazebo. Tiba-tiba saja, struktur gazebo yang terbuat dari bahan kayu dan atap yang terpasang dengan sistem ringan tidak mampu menahan beban, lalu ambruk ke arah kelompok mahasiswa yang berada di bawahnya.
“Saat itu kami sedang melakukan latihan, dan kami tidak menyangka gazebo yang tampaknya kokoh bisa tiba-tiba roboh. Beberapa teman saya tertimpa dan langsung teriak meminta bantuan,” ujar salah seorang mahasiswa yang selamat, Rahmat Prabowo, kepada wartawan.
Kejadian ini langsung menarik perhatian banyak orang yang berada di sekitar area kampus, yang segera bergegas membantu mengevakuasi para korban. Petugas suku dinas pemadam kebakaran dan tim medis yang berada tidak jauh dari lokasi segera diterjunkan untuk memberikan pertolongan pertama. Tim medis dari RSUD Tasikmalaya segera melakukan perawatan terhadap para korban yang sebagian mengalami luka serius akibat tertimpa struktur gazebo yang ambruk.
Penyebab Kejadian: Kondisi Gazebo yang Diduga Rentan
Setelah kejadian tersebut, pihak berwenang melakukan investigasi untuk mencari tahu penyebab pasti ambruknya gazebo tersebut. Berdasarkan informasi awal yang diperoleh dari pihak Universitas Siliwangi, gazebo tersebut dibangun beberapa tahun yang lalu sebagai fasilitas untuk kegiatan mahasiswa, namun telah lama tidak mendapatkan pemeliharaan secara rutin. Diduga, faktor keausan material dan kondisi struktur bangunan yang tidak lagi kokoh menjadi penyebab utama dari ambruknya gazebo.
Kepala Bagian Umum UNSIL, Haryanto, mengatakan, “Kami memang sudah merencanakan pemeliharaan rutin setiap tahun, namun karena ada beberapa kendala anggaran, pemeliharaan tersebut tertunda. Hal ini sangat disayangkan, mengingat gazebo ini sering digunakan oleh mahasiswa untuk beraktivitas.”
Pihak kampus pun mengaku menyesal dan siap bertanggung jawab atas kejadian tersebut. Pihak rektorat UNSIL menyatakan akan memberikan bantuan hukum dan perawatan medis kepada para korban, serta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap struktur bangunan lainnya di kampus yang mungkin memiliki risiko serupa.
Korban dan Penanganan Medis
Dalam kejadian ini, belasan mahasiswa yang berada di sekitar lokasi langsung dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis. Tiga orang di antaranya mengalami luka serius, sementara lainnya hanya mengalami cedera ringan akibat tertimpa bagian-bagian gazebo yang jatuh.
Pihak RSUD Tasikmalaya melaporkan bahwa sebagian besar korban yang mengalami luka berat mendapatkan penanganan untuk patah tulang dan luka robek. “Kami masih melakukan pemantauan terhadap korban-korban yang mengalami luka serius, dan beberapa sudah menjalani tindakan medis,” ujar dokter yang bertugas di rumah sakit tersebut.
Respon Universitas dan Pihak Berwenang
Setelah kejadian ini, pihak Universitas Siliwangi bersama dengan pemerintah daerah Tasikmalaya langsung turun tangan untuk memastikan korban mendapatkan bantuan yang dibutuhkan. Rektor UNSIL, Dr. Budi Santoso, menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang menimpa mahasiswa tersebut dan berjanji akan segera mengambil langkah-langkah untuk memperbaiki kondisi fasilitas di kampus.
“Kami sangat berduka atas kejadian ini, dan kami akan bertanggung jawab penuh terhadap pemulihan para korban, serta memperbaiki dan merenovasi semua fasilitas yang berpotensi berbahaya,” kata Budi Santoso dalam konferensi pers yang digelar setelah kejadian.
Selain itu, pihak kampus juga mengadakan pertemuan dengan pihak pemerintah kota Tasikmalaya untuk membahas tindakan pencegahan di masa mendatang, guna memastikan kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.
Tindakan Ke Depan: Peningkatan Keamanan Fasilitas Kampus
Sebagai langkah pencegahan, pihak kampus berencana untuk melakukan pengecekan rutin terhadap semua fasilitas yang digunakan oleh mahasiswa, terutama yang memiliki struktur bangunan yang rentan, seperti gazebo, ruang terbuka, dan fasilitas olahraga. Selain itu, pihak kampus juga akan mengadakan pelatihan keamanan bagi mahasiswa terkait cara-cara aman saat menggunakan fasilitas kampus.
Pemerintah daerah juga menyarankan agar setiap perguruan tinggi melakukan pemeriksaan berkala terhadap bangunan dan fasilitas kampus yang ada, guna memastikan keselamatan mahasiswa dan staf yang ada di dalamnya. “Kami akan terus mengawasi dan memberikan bantuan terkait perbaikan fasilitas di kampus agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tasikmalaya.
Dampak Sosial dan Kesadaran Akan Pentingnya Pemeliharaan Infrastruktur
Peristiwa ini juga menimbulkan perbincangan mengenai pentingnya perawatan dan pemeliharaan infrastruktur di kampus-kampus seluruh Indonesia. Banyak pihak yang menyayangkan kejadian ini, karena selain memakan korban, juga bisa mencoreng reputasi perguruan tinggi yang seharusnya menjadi tempat yang aman bagi para mahasiswa.
Para mahasiswa pun berharap kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi kampus lain untuk lebih memperhatikan kondisi bangunan dan memastikan keselamatan menjadi prioritas utama dalam pengelolaan fasilitas kampus.
Penutupan
Kejadian ambruknya gazebo di UNSIL Tasikmalaya ini tentu menjadi pelajaran berharga bagi banyak pihak. Tidak hanya bagi pihak kampus, tetapi juga bagi seluruh perguruan tinggi untuk lebih serius dalam melakukan pemeliharaan dan pengawasan terhadap infrastruktur kampus yang digunakan oleh mahasiswa. Pihak kampus dan pemerintah diharapkan bisa bekerja sama untuk mencegah terjadinya kejadian serupa di masa depan, agar mahasiswa dan staf dapat beraktivitas dengan rasa aman dan nyaman.





