Subuh Mencekam di Tasikmalaya Saat Api Lalap 6 Bangunan
Portal Media Kota Tasikmalaya- Fajar yang seharusnya membawa ketenangan justru berubah menjadi mencekam bagi warga Kampung Borolong, Desa Cipakat, Kecamatan Singaparna, Tasikmalaya. Pada Senin subuh (15/10/2025), jerit tangis dan kepanikan memecah kesunyian pagi, menggantikan kokok ayam dan langkah pertama menuju masjid. Kobaran api yang ganas menyapu permukiman padat penduduk, melahap tanpa ampun enam bangunan rumah dan sebuah bengkel.

Baca Juga : Beasiswa S2 Penuh di Qatar Tanpa Batas Usia Doha Institute Buka Pendaftaran untuk 2026
Api diduga bermula dari sebuah bengkel shockbreaker
Sejumlah warga, termasuk Rizki, seorang pemuda setempat, mengaku dikejutkan oleh suara ledakan keras yang memecah kesunyian. “Suaranya sangat keras, seperti ban meletus, tapi lebih dahsyat. Tak lama kemudian, lidah api sudah terlihat menjilat-jilat dari arah bengkel itu,” ujarnya, suaranya masih bergetar mengenang trauma pagi itu.
Dari bengkel milik Iman Kostaman itu, si jago merah dengan cepat menyebar, diperparah oleh banyaknya material kayu dan barang mudah terbakar yang digunakan di area bengkel dan rumah-rumah di sekitarnya. Angin subuh seakan menjadi embusan nafas bagi api untuk semakin menjadi-jadi. Dalam hitungan menit, enam rumah warga yang berdiri berhimpitan ikut dilalap si jago merah.
Warga yang terbangun oleh hiruk-pikuk dan teriakan “kebakaran!” langsung berhamburan keluar, menyelamatkan diri dalam keadaan panik. Tak ada kesempatan untuk menyelamatkan harta benda. “Mereka semua sedang tertidur lelap. Yang bisa diselamatkan hanya nyawa. Semua barang berharga, dokumen, dan segala kenangan hangus tak tersisa,” jelas Ayatullah, Wakil Ketua FK Tagana Kabupaten Tasikmalaya, yang timnya langsung diterjunkan ke lokasi.
Total, enam kepala keluarga atau 15 jiwa menjadi korban dalam musibah ini
Jerit Tangis Mereka kehilangan tempat tinggal dan terpaksa mengungsi ke rumah saudara serta Masjid terdekat untuk sementara waktu. Ayatullah memperkirakan kerusakan yang terjadi sangat parah. “Satu unit rumah mengalami kerusakan sedang. Namun, empat unit rumah lainnya dan bengkel mengalami kerusakan yang sangat berat, nyaris rata dengan tanah,” paparnya.
Tim gabungan dari Polsek Singaparna dan Inafis (Identifikasi dan Autopsi) Polres Tasikmalaya segera bergerak cepat untuk menangani kasus ini. Mereka memasang garis polisi untuk mengamankan lokasi dan mulai memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap titik awal dan penyebab pasti kebakaran.
Aipda Dwi Santoso, Panit dua Reskrim Polsek Singaparna, yang memimpin penyelidikan di lapangan menyampaikan perkembangan awal
“Kami turun tangan menyelidiki kebakaran ini bersama tim dari Inafis Polres Tasikmalaya. Dari keterangan sementara dan kondisi lapangan, ada dugaan kuat api berasal dari korsleting listrik di bengkel shockbreaker. Ini didukung kesaksian warga yang mendengar ledakan keras dari arah tersebut sebelum api membesar,” jelas Dwi Santoso.
Meskipun kerugian material ditaksir mencapai angka yang tidak sedikit, sekitar Rp 250 juta, seluruh pihak bersyukur karena musibah pagi itu tidak memakan korban jiwa maupun luka-luka. “Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa, korban luka juga tidak ada. Itulah yang paling utama,” tegas Dwi Santoso.
Proses pemadaman sendiri berlangsung dengan upaya gotong royong yang luar biasa. Sebanyak empat unit mobil pemadam kebakaran (damkar) dan satu kendaraan pendukung dari Tagana dikerahkan ke lokasi. Mereka bersama-sama dengan warga bahu-membahu memerangi kobaran api.
“Berkat kerja keras dan respons cepat dari pihak pemadam kebakaran dan solidaritas warga yang luar biasa, api berhasil dikendalikan dan dipadamkan. Upaya mereka sangat heroik dan mencegah api meluas ke bangunan lain di sekitarnya yang masih sangat rawan,” pungkas Dwi Santoso, mengapresiasi upaya semua pihak.
Pagi itu, Tasikmalaya berduka. Asap tebal dan bau hangus menggantikan udara segar fajar. Namun, di balik tragedi, terlihat jelas benang-benang solidaritas dan kekuatan komunitas warga yang bersatu menghadapi musibah.





