
Portal Media Kota Tasikmalaya – Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur Kota Tasikmalaya pada Rabu (5/11/2025) menimbulkan dampak signifikan bagi sebagian besar wilayah perkotaan. Sejumlah pohon tumbang menimpa kendaraan dan rumah, atap rumah jebol, serta beberapa fasilitas publik mengalami kerusakan. Menindaklanjuti kejadian ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya menggelar rapat darurat bersama instansi terkait pada malam harinya dan menetapkan status tanggap darurat bencana hidrometeorologi. Kepala Pelaksana BPBD, Ucu Anwar Surahman, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil untuk mempercepat koordinasi penanganan, pengerahan personel dan peralatan, serta mempermudah distribusi bantuan bagi warga terdampak.
Menurut laporan awal, tercatat lebih dari 36 pohon tumbang, 11 titik longsor, 53 rumah mengalami kerusakan atau roboh, serta tujuh titik banjir yang tersebar di berbagai kecamatan. Beberapa lokasi yang terdampak cukup parah antara lain Jalan Moch Hatta, Cipedes, Indihiang, dan Tawang, di mana pohon-pohon besar tumbang menimpa rumah dan kendaraan. Warga yang terdampak pun mengalami gangguan layanan publik seperti listrik mati sementara, jalan terhalang puing, dan risiko keselamatan di malam hari.
Dalam penanganan darurat, BPBD menyiagakan tiga regu dengan total 34 personel yang dikerahkan untuk evakuasi warga, pembersihan puing, dan pemotongan pohon tumbang. Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Perhubungan, Dinas Sosial, serta dinas lingkungan juga diterjunkan untuk mendukung langkah-langkah mitigasi dan pemulihan. Pemerintah Kota Tasikmalaya juga membuka posko bencana strategis dan menerapkan sistem koordinasi intensif antara BPBD, TNI–Polri, dinas teknis, dan masyarakat setempat.
Selain menanggulangi dampak langsung, pemerintah juga menekankan upaya mitigasi jangka panjang, seperti pemangkasan pohon tua di sepanjang jalan utama, pembersihan rutin saluran drainase dan sungai kecil, edukasi kesiapsiagaan masyarakat, serta perbaikan struktur bangunan di zona rawan longsor. Kepala BPBD menekankan pentingnya kesadaran masyarakat untuk melaporkan kondisi pohon berisiko, bangunan rusak, atau jalur rawan bencana melalui nomor darurat resmi agar tindakan cepat dapat dilakukan.
Penetapan status tanggap darurat ini diharapkan tidak hanya mempercepat penanganan dampak fisik, tetapi juga memberikan rasa aman bagi warga. Anak-anak sekolah, pedagang kecil, pengendara, dan masyarakat rentan menjadi prioritas utama dalam distribusi bantuan dan evakuasi. Dengan koordinasi lintas sektor dan kesiapsiagaan masyarakat, pemerintah Kota Tasikmalaya optimistis dapat meminimalkan risiko bencana susulan sekaligus meningkatkan ketahanan kota menghadapi cuaca ekstrem di masa mendatang.





