Polres Tasikmalaya dan tim gabungan siapkan pasukan siaga bencana alam

oleh -45 Dilihat
oleh

Polres Tasikmalaya dan tim gabungan siapkan pasukan siaga bencana alam

Polres Tasikmalaya Siapkan Pasukan Siaga Bencana Alam: Sinergi Total untuk Perlindungan Masyarakat di Musim Hujan 2025

Portal Media Kota Tasikmalaya – Kepolisian Resor (Polres) Tasikmalaya menyiapkan pasukan siaga bencana alam yang melibatkan seluruh satuan, instansi pemerintah, dan relawan untuk siap tanggap dan membantu masyarakat yang terdampak bencana alam di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Kesiapsiagaan ini menjadi agenda rutin menjelang musim penghujan yang dikenal rawan terjadi banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung di wilayah ini.

“Ini adalah bentuk komitmen kita bersama dalam menghadapi berbagai kemungkinan bencana, terutama saat musim penghujan yang rawan banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung,” kata Kepala Polres (Kapolres) Tasikmalaya AKBP Haris Dinzah saat memimpin upacara Gelar Pasukan Siaga Bencana Alam Tahun 2025, di Lapangan Apel Mapolres Tasikmalaya, Jumat.

Strategi Kesiapsiagaan dan Gelar Pasukan

Gelar pasukan ini merupakan langkah strategis persiapan menghadapi potensi ancaman bencana yang selama ini sering melanda Kabupaten Tasikmalaya. Berdasarkan data BMKG dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Tasikmalaya termasuk salah satu wilayah yang rawan longsor karena kontur wilayah pegunungan, curah hujan tinggi, serta aliran sungai yang rentan meluap. Banjir dan tanah longsor tidak hanya menimbulkan kerugian material, tetapi juga berdampak signifikan pada kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.

Kapolres Haris Dinzah menjelaskan, personel Polres Tasikmalaya siap bersinergi dengan TNI, BPBD, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Damkar, serta sukarelawan lokal. Selain personel, Polres menyiapkan peralatan lengkap seperti perahu karet, pompa air, alat berat untuk evakuasi, ambulans, perlengkapan medis, serta logistik darurat. Semua pihak akan berkoordinasi melalui sistem komando terpadu untuk memastikan respon cepat dan tepat sasaran.

“Ini adalah wujud komitmen nyata dan tanggung jawab moral aparat terhadap keselamatan masyarakat,” tegas Kapolres Haris Dinzah. Ia menambahkan bahwa kesiapsiagaan bencana bukan hanya soal ketersediaan personel dan peralatan, tetapi juga soal ketangguhan mental, disiplin, dan empati sosial dalam melayani masyarakat yang terdampak.

Kolaborasi Antar Lembaga dan Masyarakat

Kapolres juga menekankan pentingnya sinergi dan koordinasi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, aparat keamanan, hingga komunitas lokal. Dalam situasi darurat, kolaborasi ini menjadi kunci agar bantuan dapat segera diberikan, korban dapat dievakuasi dengan aman, dan kerugian dapat diminimalkan.

Selain aparat keamanan dan pemerintah, masyarakat juga diharapkan aktif dalam pemetaan risiko bencana di lingkungannya, melaporkan potensi bahaya, dan mengikuti arahan petugas saat terjadi bencana. “Kesiapsiagaan masyarakat menjadi bagian integral dari sistem penanggulangan bencana,” tambahnya.

Dampak Sosial dan Ekonomi dari Kesiapsiagaan

Tasikmalaya, sebagai wilayah yang kaya akan pertanian, perkebunan, dan sektor UMKM, sangat terdampak bila terjadi bencana. Banjir atau longsor dapat merusak infrastruktur jalan, jembatan, sekolah, fasilitas kesehatan, dan rumah penduduk, sekaligus mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, kesiapsiagaan yang terencana akan menjaga stabilitas sosial dan ekonomi, serta mempercepat proses pemulihan pasca bencana.

Kapolres mencontohkan bahwa pada musim hujan sebelumnya, beberapa desa di Kecamatan Cihideung dan Kawalu mengalami longsor dan banjir, namun koordinasi yang baik antara aparat dan relawan berhasil meminimalkan korban jiwa dan mempercepat distribusi bantuan. Pengalaman ini menjadi pelajaran penting untuk meningkatkan efektivitas tanggap darurat di masa mendatang.

Proses Gelar Pasukan dan Simulasi Tanggap Darurat

Apel kesiapsiagaan bencana yang digelar Polres Tasikmalaya mencakup pemeriksaan personel, peralatan, kendaraan operasional, hingga kesiapan logistik darurat. Seluruh pasukan dibagi menjadi beberapa unit, termasuk tim evakuasi darat, tim penyelamatan sungai, tim medis darurat, dan tim logistik.

Selain apel, kegiatan ini juga diisi dengan simulasi tanggap darurat, yang menekankan koordinasi antar instansi, prosedur evakuasi korban, penanganan medis darurat, serta distribusi bantuan pangan dan logistik. Simulasi ini bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh personel siap menghadapi skenario nyata dan mampu bekerja secara profesional di lapangan.

Harapan Kapolres dan Masyarakat

Kapolres Haris Dinzah menutup sambutannya dengan mengingatkan bahwa ketangguhan menghadapi bencana adalah tanggung jawab bersama. “Kesiapsiagaan bukan sekadar kesiapan personel dan alat, tetapi juga kesadaran, kepedulian, dan solidaritas sosial. Mari kita jaga keselamatan masyarakat Tasikmalaya bersama-sama,” ujarnya.

Ia berharap semua yang terlibat dapat melaksanakan tugas dengan profesional, cepat, dan penuh empati, sehingga setiap warga yang terdampak bencana dapat segera mendapatkan bantuan, pertolongan medis, dan perlindungan yang layak.

Kesimpulan

Langkah Polres Tasikmalaya menyiapkan pasukan siaga bencana merupakan upaya strategis dan preventif dalam menghadapi musim penghujan yang rawan bencana. Sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, sukarelawan, dan masyarakat akan meningkatkan ketahanan daerah, meminimalkan kerugian materi dan jiwa, serta mempercepat pemulihan setelah bencana.

Dengan pendekatan ini, Tasikmalaya dapat menghadapi musim hujan 2025 dengan kesiapsiagaan maksimal, meminimalkan dampak bencana, dan memberikan rasa aman bagi seluruh warganya.

Shoppe Mall

No More Posts Available.

No more pages to load.