Revitalisasi Total! Saluran Irigasi Cimulu Dikeruk untuk Tingkatkan Hasil Tani dan Cegah Banjir Tasikmalaya
Portal Media Kota Tasikmalaya- Suara gemuruh mesin alat berat kini menghiasi kawasan sepanjang Jalan RAA Wiratuningrat, Kecamatan Tawang, Tasikmalaya. Ini bukan sekadar proyek biasa, melainkan sebuah langkah strategis yang dilakukan UPTD Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Wilayah Citanduy Jawa Barat untuk melakukan revitalisasi menyeluruh pada Saluran Irigasi Induk Cimulu. Pengerukan sedimentasi besar-besaran ini menjadi bukti komitmen pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan dan mengantisipasi bencana.

Baca Juga : Pasca Pertemuan dengan LPLHI, ISP Dieksekusi dengan Penertiban Kabel di Tasikmalaya
Proyek yang telah berjalan selama empat pekan ini berfokus pada mengangkat tumpukan material endapan, seperti lumpur, sampah, dan material lain, yang selama bertahun-tahun mengendap dan menghambat kelancaran aliran air. Aktivitas pengerukan dimulai dari hulu, tepatnya di Bendungan Cimulu, dan kemudian dilanjutkan secara sistematis ke seluruh jalur irigasi utama di bawah kewenangan UPTD PSDA Wilayah Citanduy.
Dampak Penumpukan Sedimen: Dari Lahan Krisis Air hingga Ancaman Banjir
Saluran irigasi ibarat nadi kehidupan bagi ribuan hektar lahan pertanian di Tasikmalaya. Namun, seiring waktu, nadi ini tersumbat oleh sedimentasi yang menyebabkan pendangkalan dan penyempitan. Akibatnya, kapasitas saluran menurun drastis.
-
Bagi Pertanian: Air yang seharusnya mengalir deras ke sawah-sawah petani menjadi tersendat. Di musim kemarau, ancaman kekeringan menjadi lebih nyata, sementara di musim hulu, air dari bendungan tidak terdistribusi secara optimal. Hal ini langsung mengancap produktivitas dan hasil panen.
-
Bagi Perkotaan: Saluran yang dangkal tidak mampu menampung volume air hujan yang besar. Alih-alih mengairi sawah, air justru berpotensi meluap dan membanjiri pemukiman penduduk dan kawasan perkotaan Tasikmalaya saat intensitas hujan tinggi.
Mengembalikan Kejayaan Saluran Irigasi
“Dengan dikeruknya sedimentasi ini, kami berharap aliran air menjadi lebih lancar. Kapasitas saluran untuk menampung dan mengalirkan air akan kembali seperti sedia kala,” ujar Cecep Sopiyan, Pejabat Fungsional UPTD PSDA Wilayah Citanduy, saat dikonfirmasi via pesan singkat. “Pengerukan sudah kami mulai sekitar empat minggu yang lalu dan terus kami lanjutkan hingga ke seluruh titik yang membutuhkan.”
Harapan untuk Masa Depan Pertanian dan Kota Tasikmalaya
Revitalisasi Saluran Irigasi Cimulu ini bukan hanya tentang pengerukan lumpur semata, melainkan sebuah investasi jangka panjang. Dampaknya sangat luas:
-
Peningkatan Efisiensi Irigasi: Air dari Bendungan Cimulu dapat didistribusikan secara merata dan efektif ke seluruh lahan pertanian, mengurangi konflik antar petani dan mendukung program cetak sawah baru.
-
Pencegahan Banjir: Saluran yang normal kembali akan berfungsi ganda sebagai jalur drainase yang baik, mengurangi genangan dan risiko banjir di kawasan permukiman.
-
Peningkatan Ekonomi Petani: Dengan jaminan ketersediaan air, intensitas tanam bisa meningkat, yang pada akhirnya berimbas pada peningkatan kesejahteraan petani lokal.





