, ,

Tiga Nyawa Melayang, Kabut Duka Selimuti Banjaran Bandung

oleh -553 Dilihat

Tragedi Keluarga di Banjaran: Ibu dan Dua Anak Tewas dalam Peristiwa Mengguncang

Portal Media Kota Tasikmalaya- Sebuah kabut duka menyelimuti kawasan Banjaran, Kabupaten Bandung, setelah sebuah tragedi tak terduga mengguncang hati masyarakat. Tiga nyawa melayang dalam sebuah peristiwa pilu yang terjadi di sebuah rumah kontrakan, dini hari tadi. Korban adalah seorang ibu, EN (34), dan kedua buah hatinya, AAP (9) dan AAP (11 bulan).

Tiga Nyawa Melayang, Kabut Duka Selimuti Banjaran Bandung
Tiga Nyawa Melayang, Kabut Duka Selimuti Banjaran Bandung

Baca Juga : SIM Keliling Polres Tasikmalaya Kota Kembali Hadir, 6 September 2025

Suasana mencekam itu berawal ketika YS, suami dari EN, pulang dari pekerjaannya sekitar pukul 04.00 WIB. Ia yang hendak memasuki rumah justru mendapati pintu terkunci dari dalam. Perasaan was-was pun mulai menghinggapi. Saat mengintip melalui celah ventilasi, pemandangan mengerikan menyambutnya: sang istri, wanita yang dicintainya, terlihat tak bergerak, tergantung pada kusen pintu kamar.

Diliputi kepanikan dan histeria, YS berteriak sekencang-kencangnya meminta pertolongan warga sekitar. Teriakannya yang memecah kesunyian malam itu akhirnya mengundang perhatian tetangga. Dengan susah payah dan perasaan was-was, mereka akhirnya berhasil mendobrak pintu rumah yang terkunci.

Namun, teror sesungguhnya justru menunggu di dalam. Setelah berhasil masuk, bukan hanya satu, melainkan tiga mayat yang terbaring tak bernyawa. Dua anak dari EN ditemukan tak bernapas dengan jeratan tali di leher mereka. Pemandangan yang begitu memilukan dan sukar diterima akal sehat itu langsung membuat semua yang hadir terpaku, syok, dan tak mampu berkata-kata.

Pintu Terkunci dan Tidak Ada Jejak Kekerasan

Kombes Pol. Hendra Rochmawan, Kabid Humas Polda Jawa Barat, menyampaikan keterangan resmi mengenai perkembangan penyelidikan. Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang dipimpin langsung oleh Kapolresta Bandung, Kombes Pol. Aldi Subartono, mengungkap beberapa fakta kunci.

“Dari pemeriksaan sementara, seluruh akses masuk seperti pintu dan jendela dalam kondisi terkunci rapat dari dalam. Pada tubuh ketiga korban juga tidak ditemukan adanya tanda-tanda luka terbuka atau bekas kekerasan,” jelas Kombes Hendra. “Kondisi fisik di TKP ini mengarah pada indikasi kuat bahwa ini adalah aksi bunuh diri.”

Wasiat di Dinding dan Pemeriksaan Forensik

Petugas kepolisian juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti penting yang diduga kuat dapat mengungkap motif di balik tragedi nahas ini. Salah satu bukti yang paling signifikan adalah sebuah telepon genggam dan secarik kertas berisi tulisan tangan yang ditempelkan di dinding ruang tengah.

“Kertas tersebut diduga merupakan curahan hati atau semacam wasiat terakhir dari almarhumah,” tambah Hendra.

Guna mendapatkan konfirmasi medis terkait penyebab kematian, ketiga jenazah telah dievakuasi ke Rumah Sakit Sartika Asih Bandung untuk menjalani proses autopsi dan pemeriksaan forensik yang lebih mendetail. Sementara itu, penyelidikan terus bergulir. Tim penyidik masih mendalami isi surat yang ditinggalkan serta mengumpulkan keterangan dari para saksi, termasuk keluarga dan tetangga terdekat.

“Kami masih melakukan pendalaman menyeluruh terhadap semua unsur. Proses penyidikan masih terus berlangsung untuk memastikan motif dan alur kejadian yang sebenarnya,” tegas Hendra.

Duka dan Keheningan Warga Banjaran

Getaran duka dari peristiwa ini masih terasa sangat kuat di lingkungan tempat kejadian. Warga yang diwawancarai menyatakan rasa syok dan ketidaksanggupan mereka menerima kenyataan pahit ini. Keluarga korban dikenal sebagai keluarga yang cukup tertutup dan jarang berinteraksi secara luas dengan tetangga sekitar, yang justru menambah aura misteri dari tragedi ini.

Begitu mendengar teriakan minta tolong dari YS, puluhan warga langsung berduyun-duyun datang ke lokasi dengan niat membantu. Sayangnya, pertolongan mereka datang sudah terlalu terlambat. Kini, yang tersisa hanyalah duka mendalam dan sejuta tanda tanya yang belum terjawab.

Tragedi memilukan ini kembali menyentak kesadaran publik tentang betapa rentannya kondisi kesehatan mental di sekitar kita. Sebuah keluarga utuh harus meregang nyawa dalam kesunyian malam, meninggalkan duka dan pertanyaan yang mungkin tak akan pernah terjawab sepenuhnya. Masyarakat pun diingatkan untuk selalu memperhatikan dan peduli pada lingkungan sekitar, karena tanda-tanda kesusahan seringkali tersembunyi di balik senyuman dan kesunyian.

Shoppe Mall

No More Posts Available.

No more pages to load.